Apply Visa Schengen Belanda (Eropa)

Visa Schengen merupakan visa khusus yang dapat digunakan untuk memasuki negara Uni Eropa. Tercatat ada 26 negara yang dapat kita kunjungi dengan visa ini, sehingga kita tidak perlu repot-repot untuk membuat visa jika ingin pindah negara. 26 Negara yang dapat dijelajahi dengan Visa Schengen adalah Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Per 1 Juni 2016 pembuatan Visa Schengen hanya dapat dilakukan melalui vfs.global (semacam agen gitu) yang kantornya berada di 3 kota besar di Indonesia: Jakarta, Surabaya, dan Bali (alamat masing-masing kota dapat di cek di sini). Berhubung saya domisili di Malang, maka saya membuat visa di kantor perwakilan vfs.global Surabaya dengan negara tujuan Belanda. Berikut langkah-langkah pembuatan Visa Schengen Belanda berdasarkan pengalaman saya:

Pembuatan Janji (Making Appointment)

Yap, sebelum kita datang ke kantor vfs.global kita harus membuat janji dulu secara online di sini. Jadi kita nantinya tidak perlu antri, tinggal datang susai jadwal yang didapatkan saat membuat janji secara online. Langkah-langkah pembuatan janjinya sebagai berikut:

  • Pilih visiting country dan resident country yang terletak pada bagian kiri website, berhubung tujuan saya ke Belanda maka visiting country dipilih The Netherlands dan resident country Indonesia, kemudian klik “go“.

  • Selanjutnya klik menu “schedule an appointment“, di halaman tersebut akan muncul pilihan lokasi pembuatan visa, seperti yang telah saya sebutkan, saya memilih lokasi di Surabaya.

  • Klik “schedule an appointment to the visa application centre in Surabaya” kemudian akan muncul halaman log insign in. Registrasi terlebih dahulu dengan mengisi nama depan, nama belakang, email, no. hp dan password.

  • Setelah itu log in dan klik “schedule appointment“. Selanjutnya kita diminta untuk mengisi negara tujuan (Belanda), negara asal (Indonesia), tempat pembuatan janji (Surabaya), dan Jenis/Tipe Visa. Untuk penjelasan jenis/tipe visa dapat dilihat di sini. Saya memilih jenis visa Short Study karena tujuan utama saya ke Belanda adalah untuk mengikuti shortcourse selama 3 minggu.

  • Klik “continue“, kemudian klik “add application“.

  • Lengkapi data-data yang diminta, lalu klik submit. Setelah muncul halaman baru klik “continue

  • Kemudian tentukan tanggal pembuatan visa, biasanya available date nya kalau pas peak season seperti sekarang minimal sekitar 10 hari ke depan. Pengalaman saya membuat janji online tanggal 20 Maret 2017 dan dapat jadwal tanggal 31 Maret 2017 jam 11.15 WIB. Tapi kalau hari-hari biasa bisa lebih cepat dari itu. Setelah selesai proses pembuatan janji secara online, akan ada notifikasi pemberitahuan berikut lampiran appointment letter melalui email yang kita cantumkan tadi. Appointment letter tersebut nantinya harus kita cetak untuk diserahkan ke petugas saat proses pengajuan visa.

Nah, sampai di sini proses pembuatan janji secara online sudah selesai. Kita tinggal menunggu proses penyerahan dokumen dan wawancara sesuai tanggal yang kita pilih. Oh iya, untuk pembuatan visa paling cepat 2 minggu sebelum keberangkatan ke negara tujuan. Nah, sambil menunggu kita harus menyiapkan semua dokumen yang dierlukan untuk pengajuan visa nanti.

Melengkapi Dokumen Persyaratan

Visa schengen memang visa sakti yang terkenal agak susah didapat dan persyaratannya pun agak ribet, hehe. Oh ya, sebelum saya sebutkan dokumen apa aja yang diperlukan perlu saya jelaskan dulu tujuan utama saya ke Belanda. Jadi saya rencananya akan mengikuti shortcourse tentang Sistem Irigasi dan Drainase di kampus UNESCO – IHE, Delft. Saya mengikuti program ini dengan biaya dari kantor (Perum Jasa Tirta I). Jadi dokumen-dokumen persyaratan yang akan saya sebutkan di sini dilihat dari perspektif daya sebagai seorang karyawan yang dikirim oleh perusahaan untuk mengikuti studi jangka pendek. Untuk dokumen-dokumen yang diperlukan sebenarnya dapat di lihat di sini, namun berikut saya sebutkan ringkasannya berdasarkan pengalaman saya kemarin:

  • Form aplikasi yang telah dilengkapi dan ditanda tangani. Form aplikasi dapat diunduh di sini
  • Passport yang masih berlaku >6 bulan ke depan
  • Data diri/ Curriculum Vitae/ CV
  • Visa sebelumnya (bagi yang sudah pernah mendapatkan Visa Schengen)
  • Surat keterangan dari perusahaan. Saya kemarin membuat 2 surat, yaitu surat keterangan karyawan dan surat keterangan ketersediaan perusahaan untuk menanggung seluruh akomodasi selama di Belanda.
  • Foto untuk passport 2 (dua) buah, kriteria foto dapat dilihat di sini. Untuk foto ini harus bener-bener sesuai dengan kriteria yang ditentukan, kemarin bareng sama bapak2, karena ukuran foto dia ga sesuai maka tidak dapat diproses oleh petugas, dan si bapaknya harus foto ulang. Saran saya cari studio foto yang sudah pengalaman membuat visa ke berbagai negara, sehingga kita tinggal ngomong perlu foto untuk membuat Visa Schengen dan tidak perlu menjelaskan kriterianya.
  • Tiket pesawat PP Indonesia – Belanda
  • Booking hotel/ penginapan
  • Dokumen yang membuktikan keperluan kita mengunjungi Belanda. Berhubung saya mau shortcourse dan sebelumnya sudah dapat dinvitation letter dari kampus, maka dokumen tersebut yang saya pakai.
  • Dokumen yang menyatakan bahwa kita akan segera kembali ke Indonesia setelah masa studi berakhir
  • Fotocopy buku tabungan, sebenarnya saya tidak tahu persis berapa nominal minimum yang harus kita simpan dalam rekening. Berhubung saya dibiayai perusahaan jadi saya pakai foto kopi buku tabungan perusahaan
  • Asuransi selama kunjungan, termasuk perjalanan PP. Asuransi harus mengcover minimal 30.000 eur atau sekitar Rp450 juta untuk medical cost.

Pembuatan Visa dan Wawancara 

Setelah memastikan seluruh dokumen lengkap, hari Jum’at tanggal 31 Maret 2017 saya menuju Gedung Graha Pena, Jalan Ahmad Yani No. 88 Surabaya. Jadwal saya sebenarnya pukul 11.15 WIB, namun saya datang lebih awal dan langsung dipersilahkan masuk. FYI, sebelum masuk ruangan kita diperiksa oleh satpam, alat elektronik harus dimatikan dan selama di ruangan ga boleh ngambil foto.

Begitu masuk saya langsung menuju ke petugas, ditanya tujuan mau kemana dan untuk apa, nyerahin berkas2, bayar, lalu diminta menunggu untuk interview dan tes biometric. Biaya pembuatan visa 890 rb, pengiriman ke ke surabaya 350 rb, surabaya-malang 50rb. Alhamdulillah kemarin saya gratis biaya pembuatan visa dikarenakan pada invitation letter tertulis fellowship (lumayan 890rb, hehe). Setelah menunggu sekitar 5 menitan, saya dipanggil untuk tes biometric dan interview di ruangan terpisah. Tes biometric sama kayak tes sidik jari kita. Interview ditanya tentang biodata diri dan orang tua. Sekitar 10 menit saya dipersilahkan keluar dan proses pengajuan visa sudah selesai. Visa akan dikirim dalam waktu 1-2 minggu ke depan.

Alhamdulillah setelah satu minggu, tepat pada hari jum’at tanggal 7 April 2017 Visa Schengen berhasil saya peroleh, hehe. Berikut penampakannya….

20170618_0935111.jpg

Advertisements
This entry was posted in My Experience and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s